.
RSS
Showing posts with label Experience. Show all posts
Showing posts with label Experience. Show all posts

Seminggu Berkesan Menjadi Pembina Sentra

14 Maret 2015

Pembina Sentra di Bank BTPN Syariah, pekerjaan yang baru saya jalani seminggu. Awalnya saya mau mengambil pekerjaan ini karena ada sifat sosial dari program yang akan saya jalankan selama menjadi Pembina Sentra tersebut. Ya yang ternyata sangat luar biasa dan di luar dugaan, tidak hanya sekedar sosial dan humanisme yang dapat saya dapatkan, banyak pengalaman berharga yang saya peroleh dari pekerjaan ini. Saya bisa mengenal kehidupan di daerah transmigrasi dan kehidupan masyarakat pra sejahtera yang jauh di pelosok daerah. Candipuro, Lampung Selatan, di tempat inilah saya ditempatkan. Desa yang pernah mengalami konflik antar suku pada beberapa tahun yang lalu, sempat takut memang untuk ditempatkan di sini. Candipuro,  memang di daerah ini adalah salah satu daerah yang penduduknya merupakan transmigran dari seluruh pelosok Indonesia, seperti dari suku Jawa, Sunda, Ngapak, Bali, dan suku lainnya, serta suku asli penduduknya, Lampung. Dari sini saya mengerti kenapa konflik semacam ini bisa terjadi, tapi memang baiknya kita bersatu ya, hehe ya sudahlah mari beralih ke cerita lainnya. Candipuro, actually it’s very nice place, lingkungannya terlihat ramah, terhampar area persawahan yang hijau dan masyarakatnya sangat ramah.




Yuk yuk balik lagi ke Pembina Sentra lagi, sebagai seorang Pembina Sentra (PS) kita bertugas untuk menyalurkan modal dari bank kepada masyarakat yang memilki usaha agar usaha yang mereka jalankan semakin berkembang dan dapat menyejaherakan keluarganya dan dengan tanpa jaminan. Oh ya, PS untuk saat ini hanya diperuntukkan bagi wanita, karena nasabah atau peminjam modalnya adalah ibu ibu, tidak diperuntuknnya untuk bapak bapak, sehingga agar komunikasi antara PS dan nasabah (ibu ibu) akan berjalan dengan nyaman. Program ini sangat bagus menurut saya, karena ibu ibu dapat meminjam modal tanpa memberikan jaminan (seperti sertifikat tanah) kepada bank, cukup dengan fotokopi KK dan KTP saja. Serta modal dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hari gini gitu lho, kan cari modal susah ya bu ya, apalagi memberi modal ke masayarakat prasejahtera di daerah pelosok, siapa toh yang mau kasih? Lah wong ya pemerintah aja belum nyentuh mereka. Lah wong ya saya pernah liat di TV ada isu harusnya Bank Ind*nesia itu diharapkan bisa memberi modal kepada masyarakat pr sejahtera ini. Yeah, I know I don’t have authority to say something like this. But I hope someday government would take this responsibility to take direct actions, karena seharusnya lebih baik dihandle pemerintah toh ya, biar masyarakat lebih merasa nyaman dan diayomi. Yah yah balik ke tempat saya, program yang kami disebut dengan Program Masa Depan. Oh ya balik lagi, jadi kami sebagai petugas akan mencari peminjam modal yang minimal harus membentuk kelompok berisi 6 peminjam modal, lalu kami akan membina mereka untuk mengelola keuangannya dengan memberikan pelatihan terlebih dahulu, lalu setelah itu kami akan mengadakan pertemuan rutin setiap 2 minggu sekali untuk menagih angsurannya selama 1 tahun. Penagihan ini akan dilakukan dengan kesepakatan bersama mengenai waktu dan tempatnya, penagihan juga dilakukan dengan cara ibu-ibu berkumpul terlebih dahulu di satu tempat, lalu petugas akan menghampiri mereka. Setiap kelompok minimal 6 orang ini disebut dengan Sentra yang dipimpin oleh seorang ibu ketua sentranya.

Nah sebenarnya bukan tugas PS ini yang saya ingin ceritakan, tapi kesan kesan selama penjadi PS itu yang ingin saya ceritakan. Namun sebagai pengantar, ya tadi saya ceritakan sedikit dulu mengenai tugas PS itu. Nah berikut ini pengalaman yang sangat berkesan yang saya dapatkan selama menjadi PS, ada positif adapun yang negatif. Tapi saya lebih mengambil yang positif, karena tidak akan lagi bisa saya dapatkan pengalaman seperti ini, pengalaman yang akan sangat menginspirasi hidup saya :’)
·        
Pelajaran mengenai semangat juang tinggi, pantang menyerah, berani ambil risiko, dan berfikir positif
Masyarakat di sini memang boleh jadi hanya petani, buruh perkebunan, mitra perusahaan, pedagang di pasar, pedagang sembako, atau yang lainnya, pekerjaan yang kita anggap tidak seberapa. Tapi asal kalian tau, mereka memiliki semangat yang sangat tinggi untuk menyejahterakan keluarganya. Tidak peduli seberapa keras dan jauh mereka bekerja atau menjual hasil kerjanya, tapi mereka sungguh pantang menyerah. Mari saya ceritakan beberapa cerita perjuangan berbuah manis para masyarakat sederhana, ramah, pejuang dan pantang menyerah di sini.

  • Seorang  ibu, istri seorang petani yang berpenghasilan hanya di saat panen, ibu ini tidak mau hanya berpangku tangan dari penghasilan suaminya. Akhirnya ia pun membuka warung kecil kecilan dirumahnya, namun terkendala modal. Tapi akhirnya kami dapat membantu. Dari usaha dan hasil bertani, kini mereka hidup berkecukupan. Lihat apa yang bisa mereka beli dari hasil usahanya :)

  • Seorang ibu yang keluar dari pekerjaannya menjadi buruh di suatu perusahaan dengan gaji 2 juta yang terbilang lumayan. Sekarang ia hanya bekerja dari rumah demi mengurus anak anaknya dan menambah penghailan suaminya, ia berjualan/menerima pesanan kue. Karena ia giat, selalu berfikir positif, dan pantang menyerah, kini jualannya sangat dikenal. Kue nya sering dipesan untuk acara sekolah, acara kecamatan, pesta, acara perusahaan sekitar. Namun ia terkendala modal yang pas-pasan jika ada pesanan dalam jumlah besar. Tapi ia pantang menyerah dan tetap berusaha, sungguh luar biasa.
  • Seorang ibu penjual ikan yang usahanya semakin berkembang karena keberaniannya mengambil risiko dan tidak mudak putus asa, ia bisa memperoleh keuntungan 200rb setiap harinya dari berdagang ikan.
  • Seorang ibu yang membantu suaminya beternak ayam di belakang rumah yang perhasiannya pun terbilang besar saat ayam dapat dipanen setiap 1 bulan. Dengan kemauan si bapak untuk belajar beternak sejak beberapa tahun yang lalu, kini berbuah manis. Keluarga ini sempat beberapa kali ditawari menjadi mitra perusahaan peternakan, namun mereka menolak dan memilih untuk mandiri.
  •  Dan masih banyak cerita tentang masyarakat tani dan pedagang lainnya yang sulit untuk saya ceritakan lewat kata kata untuk mengena di hati kalian para pembaca.

Intinya di sini, saya sangat kagum, terharu, dan terinspirasi dengan semangat mereka. Di daerah yang makmur seperti ini, namun sangat jauh dari jangkauan pemerintah untuk mengayomi dan membuat mereka lebih sejahtera dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik (maaf melancong, eh melenceng). Dengan menjadi PS ini saya merasa bersyukur dapat berkesempatan berinteraksi dan lebih tau mengenai kehidupan masyarakat pra sejahtera secara langsung

Semoga suatu hari di masa depan, saya bisa “bertindak” untuk membantu masyarakat Indonesia. Amin :)

Namun, apakah kalian tau bagaimana medan yang kami tempuh sebagai PS untuk menyalurkan dana bantuan modal ini kepada ibu-ibu di kecamatan Candipuro ini? Kesan ini pun yang sangat ingin saya ceritakan, karena saya sangat kagum dengan teman teman saya yang terbilang senior dan loyal ini.

Kami para wanita tangguh harus melewati desa ke desa lainnya dengan melalui jalan yang sangat memprihatinkan, melalui medan yang konturnya luar biasa ektrim, baik turun bukit, kelokan tajam, panas terik, guyuran hujan, semua harus kami lalui untuk menghampiri sentra sentra tersebut (dengan kendaraan motor). Tidak jarang dari para wanita ini terjatuh karena jalan berlubang, jembatan atau jalan yang licin, atau jalan yang memang ektrim. Kehabisan bahan bakar saat berada d jalur yang jauh dari peradaban, di tengah hutan atau kebun. Sungguh mereka sangat luar biasa bisa bertahan seperti ini. Bahkan di area lain ada yang sampai melewati jembatan gantung dan area yang lebih ektrim dari area kami, Candipuro.

Setiap hari tidak kurang dari 3 sentra mereka datangi, belum lagi dengan kegiatan lain seperti survey dan pelatihan calon nasabah, follow up nasabah yang macet, input data di wisma. Sangat banyak kegiatan yang harus dikerjakan. Belum lagi jarak dari sentra ke sentra, calon nasabah ke calon nasabah, nasabah ke nasabah, desa ke wisma, harus menempuh jarak yang tidak dekat. Saya salut dengan mereka, mereka wanita yang sungguh tangguh dan loyal, rela bekerja keras demi mengabdi dan membantu ekonomi masyarakat di sini.

Mari kita lihat beberapa foto diam diam yang saya peroleh selama seminggu ini untuk mengetahui sedikit bagaimana medan kerjanya.



    


Dan masih banyak trek yang lebih ekstrim lagi yang belum saya capture.

Saya sangat terkesan dengan loyalitas PS, Wakil Manager Sentra*, dan Manager Sentra* (*pengelola para PS dan aliran keuangan) di sini, mereka sungguh tangguh mampu bekerja seperti ini dalam waktu yang lama dan begitu loyal dengan keadaan jauh dari peradaban dan penempatan kerja yang jauh dari tempat tinggal.

Ini dia rekan PS lainnya, mereka sehabis membeli hasil panen duku warga sekitar

Semoga ke depannya para PS ini mendapat kesejahteraan juga sesuai dengan usaha, tenaga, loyalitas mereka. Jujur saya tidak berfikir saya mampu menjalani ini dalam waktu yang lama, bukan saya materialistis atau perhitungan (coba kalian search gaji PS, banyak si kaskus dan web lainnya), saya hanya realistis dan tau batasan ketangguhan diri saya. Tapi saya sungguh tidak akan menyesal mengambil perkerjaan ini, karena dari pekerjaan ini saya memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga. Saya harus bisa lebih bersyukur, semangat, dan pantang menyerah, serta berjiwa besar

Untuk saat ini, mari saya jalani dulu semampu saya, selama masi ada banyak pelajaran yang bisa saya peroleh

Sungguh ini merupakan “hadiah” yang tepat bagi saya, terima kasih ya Allah.
Semoga hamba senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Mu :’)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jodoh Pasti Bertemu

Sabtu, 7 Juni 2014

Judul ini agak berlebihan sebenernya untuk cerita ini, tapi gak papa lah ya, karena yang mau diceritain intinya adalah pertemuan, hehe


Di antara orang yang saling kenal, pasti ada deh ikatan batin atau sesuatu semacamnya.
Kita bisa tau keberadaan atau kehadiran orang-orang yang kita kenal ya karena suatu ikatan batin itu (mungkin) dan adanya intuisi. Di tengah keramaian, tempat yang random, sekian banyak rentang waktu, adalah hal yang sangat menarik kalau kita bisa menemukan orang yang kita kenal di tengahnya.


Hal unik yang pernah dialami secara pribadi yang berkaitan dengan pertemuan ini, hmm....

Pertama itu waktu SMP, saat itu ada acara dari penyambutan PON di Lampung. Seluruh siswa dikerahkan datang ke GOR Sumpah Pemuda untuk meramaikan pembukaan PON. Acaranya setelah magrib dan lumayan jaraknya kalau dari rumah. Entah kenapa saat itu santai banget, gak mikirin gimana pulangnya, ngerasa yang penting ada temen-temen di sini, bisa nebeng apa gimana. Dan inget banget saat itu punya HP pun enggak. Bapak pun bilang "ya udah nanti di jemput, ketemu di tempat bapak nganter tadi ya", "ok pak" jawabku santai.

Acara dimulai dan GOR pun sangat penuh. Acara berlangsung meriah sampai akhir. Saat hampir akhir acara, mulai panik karena bingung untuk keluar dari tempat ini bagaimana? Ketemu bapaknya gimana? Panik panik!!!
Dan taraaaa, tiba-tiba Bapak muncul di sampingku, sampai bingung kok Bapak udah di sini aja dan bisa nemuin anaknya ini di tengah keramaian, terharuuu. Saat itu langsung berasa ada kembang api meletup letup, perasaan bahagia sekaligus lega. Dan saat acara berakhir, ternyata sungguh ada kembang api, so sweet bisa liat kembang api sama Bapak. Pokoknya ini pengalaman pertama pertemuan yang luar biasa banget. Gimana sih ya, susah di ungkap dengan kata-kata. Pokoknya gak kebayang aja Bapak bisa nemuin anaknya di antara keramaian yang sangat gak biasa buat anak SMP, dari sekian banyak tribun, pintu masuk, orang-orang, Bapak bisa nemuin anaknya ini, terharu :')



Pengalaman kedua yang diinget, hmm kapan ya... Hoo iya saat kuliah. Saat itu liburan kuliah, lagi jalan-jalan sama ibu ke Bambu Kuning. Pas belanja, eh ketemu siapa donk di tempat jilbab? Nur Cahaya dan Ibunya, wah luar biasa, dari sekian banyak hari libur, range waktu, tempat jualan, dan bisa ketemu hari itu di sana. Luar biasa... 
Masi berhubungan dengan saat belanja, tapi mungkin di waktu yang berbeda. Pas pulang belanja, seperti biasa bersama ibu menunggu Damri di halte. Dan tara taraa... Ada yg menyapa dari tengah jalan, dan itu adalah temen SMP-SMA, si Rahmat. Wah sekali lagi merasa luar biasa bisa ketemu di antara tempat yang random, waktu yang random, dan kok dia engeh aja gitu di jalanan yg rame dan luas, di pinggirannya ada temen sekolahnya. Wah luar biasa pokoknya, dan ini terjadi dua kali di tempat yang sama tapi di waktu liburan yang berbeda.



Oh ya oh ya ada lagi, pas liburan puasa kuliah. Saat buka puasa bersama dan ternyata ketemu Aji Pambudi, Syarif, dan Pram. Di liburan puasa yang lain, ini lebih random tempatnya, bahkan bisa ketemu Nur Cahaya lagi. :D

Pengalaman selanjutnya itu setelah kuliah dan stasiun adalah tempat yang unik banget untuk ketemu. Dari sekian banyak jam pulang kerja, jadwal kereta, dan jadwal pulang gw yang random. Tetep aja bisa ketemu temen-temen ilkom, dan yang unik pernah ketemu sahabat SMA yang selama dia kuliah di UI, kita gak pernah ketemuan di tanah Jawa ini :)
Pokoknya ketemu teman ilkom ini suka random banget pas jam pulang, herannya bisa gitu ya di jam pulang gw yang random, gw naik dari stasiun yang random, gerbong yang random (buat temen cowo, secara cewe pasti depan atau belakang), tetep bisa ketemu nanti di stasiun Bogornya. Kan padahal itu rame banget loh ditambah lagi gw suka gak meratiin sekitar karena rame. Tapi ada aja yang bisa bikin sadar keberadaan mereka, ntah yang tiba-tiba liat cara jalannya, liat tas nya, suaranya, bahkan liat gerak gerik mereka dari jauh. Tiba-tiba aja gitu ngeliat ke arah mereka. Pokoknya rasanya luar biasa bagi gw. Beberapa yang pernah ketemu itu ya, Luksi, Fahri, Aziz, Hana, Retno, Upay, Rohim, Haqqi, Andre, Babeh, Riza, Mag, Natan, dan lupa. hehe
Satu lagi yang berkesan, Ayu sahabat SMA yang gk pernah ketemu walau kuliahnya deket di UI. Saat itu ketemu di stasiun Sudirman, sadar ada dia karena suara dia yg lagi ngobrol di balik kerumunan.

Luar biasa pokoknya :)


Daaan, pengalaman yang baru baru ini, saat nonton ADC di GBK. Saat itu jam 6 sepulang kantor di tanah abang bersama Nurul dan Fara.Kereta Jakarta yang Hana tumpangi masi dari daerah Citayam dan belum jelas kereta tanah abang yang nanti dia mau transit. Kita udah hopeless kalo Hana bisa ikutan. Dari tanah abang, kita sambung kereta ke Sudirman, dengan pas naik itu, naik ke gerbong random, karena sambil lari-larian takut keretanya berangkat. Pas turun buru-buru, luar biasa ada yang panggil kita tepat di depan pintu kita "Fara, Iis, Nurul", ternyata Upay dan Rohim. Random lagi gak si? Lucu aja gitu bisa ketemu pas banget di gerbong itu, di pintu itu. Dan saat itu bingung, lucu sekaligus seneng bisa ketemu mereka. 
Setelah solat, kita lanjut deh ke GBK. Ternyata kita bertiga juga sampai di sana itu jam 7an dengan perjuangan naik kopaja, sambung busway dan plus lari-lari.
Dan taraa taraa, sekali lagi, di tengah kehebohan kita bertiga yang lagi lari-lari ada yang panggil lagi "Iis, Fara, Nurul", ternyata Coco donk. Langsung berenti seketika kita, tercengang lagi kok bisa ketemu coco di sini? Hahhaa. Dan Coco pun bilang "Udah babak 2 tuh, buruan ke sana, gw udahan nontonnya". Waa langsung panik dan kita mau lari lagi. Dan tara taraaa, tiba-tiba ada yang hampir ngerangkul Fara dari samping, dan ternyata Hana. Waaah bener-bener luar biasa ini. Coco sada keberadaan kita bertiga, dan Haan jadi ikut sadar keberadaan kita kerena suara Coco. Yang ini pokoknya luar biasa banget, amazing banget gak si, gak ketebak. Jodoh banget kita ni sama Hana. Udah hopeless, malah bisa bareng. Aaa keren deh rasanya pertemuan kaya gini tu. Dari sekian banyak orang, waktu yang random, kepanikan dan kehebohan, masi bisa sadar keberadaan orang yang kita kenal. Kereeen :'D

Dan yang latest adalah semalam, bisa ketemu temen TPB yang habis pulang main. Sadar ada mereka karena liat gantungan kunci di tas si Nurul, gantungan kunci kelinci yang unik gitu. Tapi karena gw mines matanya, jadi gak yakin, dan naik angkot dluan aja. Eh ternyata mereka naik angkot yang sama, dan ternyata mereka emang temen TPB, Putri dan Nurul, luar biasa sekali lagi. Akhirnya pun ngobrol :)
Nah masi sambungannya ni, turun dari angkot itu, mampirlah ke Indomaret, padahal biasanya ke Alfamart di seberangnya. Dan ternyata di Indomaret ketemu lagi sama adek Kemala, Devieka dan 1 lagi lupa namanya, hehe.


Waaaah luar biasa memang sebuah pertemuan itu. Senang bisa bertemu orang-orang terdekat dan orang-orang yang pernah kita kenal itu :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Trip to Thailand

23-26 Juni 2013

Waaa bisa jalan-jalan ke luar lagi, hehe...
Kali ini bersama teman seperjungan di Ilmu Komputer 46.
Kayanya banyak jalan-jalannya daripada fokus ke konferensinya. :p

Keseluruhan asik pake banget deh ke Thailand itu, murah murah (kecuali masuk tempat wisata)
Puas, tapi kurang puas juga si masi pengen jalan-jalan, padahal mah udah jalan-jalan ke mana-mana.

Day 1
Pertama itu kita sampe di Shuvarnabhumi Airport (setelah sebelumnya transit di Changi dulu), kita makan dengan beli kupon seharga 100 Baht/orang, untuk 2 kali makan, sekarang, sama buat pas kita pulang ke Indo. Mau hemat ceritanya. Tenang, makanan yang kita makan itu halal, ada 1 tempat halal di Magic Corner Foodcourt nya, di pojokan tempatnya. Yang kita makan adalah nasi kuning (briyani) + ayam bumbu + sup ayam. Nikmat :D


Setelah makan, menuju ke penginapan di Pb17, Pratunam, Bangkok. Naik Airport link dari bandara, lupa harganya tapi, hehe. Terus jalan kakilah kita ke Ten Stars Inn lumayan jauh. Hmm harga penginapannya sekitar 300rb/malam/kamar untuk 2 bed, tapi kita ber3 kriminal, jadi kamar buat ber2, kita ber3, masuknya mengendap-endap gitu :p

Taraaraa, beres-beres, terus lanjut jalan …

Oh ya, sebelum jalan-jalan, pokoknya di sini, kita ber2 cuma ngandelin BTS buat transpor, takut nyasar kalo naik bis dan takut mahal kalo naik tuk-tuk, hehe. Ongkosnya sesuai jauh perjalanannya, tapi murah kok, serius :D

Akhirnya...

Ke Chatucak weekend market yang super duper banyak barang, rekomended banget buat yg doyan belanja. Kita malah belanja oleh-oleh lho di sini. Banyak baju bagus dan murah, masa cuma 100 Baht/piece alias 32rb. Itu macem-macem, dari kaos, sampe dress cantik banget. Mupeng mupeng… Akhirnya kita belanja-belanja, terus kelaperan, beli makan di tempat yg halal, menunya hampir sama (ayam + briyani + sup), harganya 40Baht. Oh ya, kita juga nyobain es dalam tempurung kelapa yang seger banget, banyak di jual di sepanjang jalan, harganya 40Baht.



Ke Pratunam market, yah isinya baju-baju gitu, murah murah juga, tp kita gak beli apa-apa, numpang lewat doank, hehe.


Day 2
Ke Madam Tussaud, super keren isinya, apalagi ada Obama sama Nickun Oppa 2PM, ini bikin pengalaman yang berkesan banget :D



Ke Wat Arun dan Wat Pho dengan melewati Chao Phraya River yang "wuih" banget deh. Dan gak kecewa pokoknya, karena Wat Arun dan Wat Pho itu tempatnya cantik. Untuk ke sana butuh 40Bath/perjalanan dan butuh nyebrang dari pemberhentiannya, nah naik kapan buat nyebrang dari Wat arun ke Wat Pho itu super murah, sekitar 3 Baht, alias seribu rupiah. Seru banget deh…

 Tapi sebelum jalan-jalan di sana, kita solat dulu di Masjid Tonson, di daerah belakang Wat Arun. Inget ibadah dulu, harus itu :)
Baru deh kita keliling keliling. :D
Siang terik di Wat Arun, poto-poto, capek, eh ada es krim W*lls, beli deh, karena murah, sekitar 20Baht. Seger :9
Oh ya lupa, untuk masuk Wat Arun itu 50Baht kalo Wat Pho 100Baht.



Hari sudah sore, niatnya mau wisata malam, liat pemandangan melewati sungai Chao Phraya tapi keburu tepar, alhasil kita melanjutkan perjalanan. Lapeeerrr, dan akhirnya cari makan….
Ke MBK cuma buat nyobain makanan khas Thailand yang halal, si Tom Yam dan Phad Thai, enak dan tempatnya rame banget. Nama tempatnya itu Yana Restaurant, (kalo gak salah) ada di lantai 5 sektor A.





Day 3
 Ke Terminal21 yang super keren mall nya, unik gitu, aristek tiap lantai beda-beda, terinspirasi dari negara-negara di dunia. Yang paling berkesan disini adalah food court nya nyediain makanan yang super super murah, kalah murah deh kantin kampus. Makanan nya enak dan halal pula, masa nasi goreng udang , harganya cuma 30Baht, 7 ribu, dahsyat kan, makan siang yang mantap banget
 itu :D


  
Day 4
Dan tak lupa dengan konferensinya, IJCSEIT'13 di First Hotel Bangkok. Hari puncaknya adalah 26 Juni 2013. Fara berhasil presentasiin paper dengan lancar. Alhamdulillah dengan kehokian kita, berhasil ngedapetin "Session Best Paper"
Alhamdulillah, Allah Maha Besar :)




Konferensi selesai, saatnya kita pulang. Berangkatlah ke airport, tapi sebelum ke bandara, kita sempet ke KBRI (deket penginapan). Tadinya iseng mau cari masjid di deket situ, eh malah ditawarin solat di dalem, ya sudah. Lumayan, berasa tamu kehormatan, haha ngayal…


Hmm kayanya gak akan kapok jalan-jalan lagi, tapi ada tujuan bermanfaatnya juga.
Semoga diberikan jalan, amin...
Next trip semoga bisa ke 2 tempat impian itu :)
Amin...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalan-jalan ke luar negeri "GRATIS" dan dapat "PRESTASI"

Siapa yang gak mau jalan-jalan?
Ke luar negeri seenggaknya pengen kan?
GRATIS lagi...
Dapet PRESTASI lagi...

Pengen berbagi aja dari pengalaman pertama
Yah walaupun gak sesuper orang lain
Tapi pelajaran yang sangat berharga dan patut disyukuri
Bukan untuk maksud yang lain kok ^^

Bagi kamu yang ingin jalan2 ke luar negeri...
Dan dapat prestasi, bisa ikutin sedikit tips ini
(skenario ikut konferensi internasional)

1. Cari 1 atau 2 orang teman untuk rekan 1 tim, sendiri juga boleh si kalo mau. Usahakan 1 bidang kemampuan atau 1 jurusan kuliah

2. Misalnya kamu mau ikut konferensi internasional, coba kamu cari konferensi yang kamu mau di sini:
Cari yang sesuai bidang kemampuan kamu, lalu pilih konferensinya. Atau bisa cari berdasarkan tempat yang kamu mau, baru cari konferensi yang sesuai bidang kamu.
contoh: computer scinece, singapore >> SEA 2013
Lihat deadline submit paper yang mau kamu ikuti.
Dan yang paling penting, lihat biayanya, memungkinkan gak?
Kalo bisa range registrasinya jangan yang di atas 5juta perorang, cari aja yg 3juta an kalo bisa
( jangan SEA, karena 7juta perorang, pengalaman -.- )
Dan lihat juga konferensinya, kalo bisa ikut yang udah pernah tahun2 sebelumnya diselanggarain, lebih terjamin kredibilitasnya...

3. Mulai buat paper kamu untuk disubmit. Buat dengan semangat, ajak dosen sebagai pembimbing kalo perlu. Perhatikan juga tanggal2 pentingnya, terutama tanggal pengumuman diterima atau tidaknya paper kamu. :)

4. Kalau diterima (alhamdulillah), segera cari sponsor untuk membiayai akomodasi konferensi kamu.
Bisa ke perusahaan di daerah kamu, dan ini sumber yang paing menjanjikan
Dikti akan memberikan minimal dana sebesar 5 juta untuk kegiatan internasional, banyak kan :)
Caranya gampang, ikutin aja pedoman untuk pengajuan proposalnya.
Saran saya tadi jangan lupa >> pilih konferensi yang udah beberapa kali di adain, ini penting banget di stage ini,  untuk proposal ke Dikti, untuk lebih menyakinkan Dikti bahwa yang kita ikuti itu kredibel, jadi kegiatan kita bisa didanai :D

5. Jangan malu konsultasi sama orang lain yang udah pernah atau ke dosen, karena ngebantu banget, kalo mentok tapi diem aja, nti susah kaya saya dan tim saya kemarin. hehe...

6. Jangan pernah patah semangat, kerena banyak banget nanti tantangannya (contoh: motor mogok pas ketemu dosen, pembuatan paspor, pembayaran registrasi, banyak deh). Bahkan hal sepele akan bisa jadi masalah besar. Jangan pernah nyerah pokoknya.

Yang paling penting emang adalah SEMANGAT :)
Selamat mencoba...
SEMANGAT... :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Great Experience in Singapore (Day 2 part 2)

Sabtu, 1 Desember 2012 

Day 2 part 2 (19 November 2012)
Jam menunjukkan pukul 5 waktu setempat, atau pukul 4 WIB. Rangakain acara SEA 2012 hari ini berakhir, namun kami belum solat. Memutuskan mencari masjid karena di wilayah Canning gak ada masjid. Sambil mau cari tujuan main dan ngebolang, dan peta peta peta (udah kaya dora). Liat mau kemana yang ada masjid dan aksesnya gampang karena mau ngebolang sampai malem. Yah kita memutuskan ke Chinatown, karena ada masjid di sana.Kami pun menuju stasiun MRT terdekat dr Canning, yaitu Dougby Ghaut, dari situ kami naik ke arah Chinatown.

Sesampainya di sana, terkesima dengan view yang menarik dengan bangunan khas china dan ramainya penjual di sekitar jalan keluar stasiun MRT. Sepanjang jalan, lampion merah khas china tergantung di langit-langit jalan, cantik. Penjual segala souvenir khas Singapore pun banyak, dari yang murah hingga yang luamayan mahal, dari yang 1 SDG/item, 10 SGD/36 item, sampai yang mahal pun ada. Namun tujuan pertama kami adalah masjid, hanya menyusuri jalan dari MRT Chinatown (Pagoda St) dan berbelok ke kiri, ada sebuah masjid yang sangat tua, Masjid Jamae. Sungguh bersyukur banget di sana itu menemukan masjid, rasanya tenang. Surga banget, bisa solat dan minta minum. Hehe alhamdulillah. Masjid ini sangat unik, bangunannya sangat tua, dan lebih uniknya lagi, masjid ini berdiri di keramaian bangunan China, keren.
Selesai solat, kami menyusuri jalan, banyak jalan dan view yang menarik di sana. Akhirnya kami ke sebuah Buddha Temple, sangat megah dengan warna merahnya. Kami berfoto-foto disana, tidak masuk karena berjilbab, kan gak enak juga diliatnya, hehe bukan pada tempatnya. Kami pun sempat membantu seorang turis untuk berfoto, memang sangat ramai turus di sana. Berjalan lagi lah kami di area itu, tak berasa sudah masuk waktu magrib, dan kami kembali ke masjid utuk solat. Setalah selesai, alu kami Sri Mariamman Temple (budaya india), dekat dengan masjid, di sana sedang ada upacara, kami hanya berfoto di luar. Dan kami memutuskan akan ke Clarke Quay karena khawatir kemalaman. Namun sebelum ke CQ, kami menyempatkan mencari oleh-oleh super murah di Chinatown, lumayan ada kenang-kenangan. Kami mampir dari toko ke toko, banyak yang menarik di sana, waaa jadi pengen belanja bawaannya. Di tambah lagi view jalanan yg semakin cantik di malam hari. Dan akhirnya kami berhasil membeli souvenir.

 
Lalu kami pun menuju MRT, sempat mengisi ulang Ezlink di mesin otomatis karena hampir kehabisan saldo. Kami bertemu seorang turis berusia agak lanjut sendirian berparas eropa. Dia menanyakan cara mengisi ulang kartu MRT, awalnya kami berbicara dlm bahas Inggris, namun si turis menyadari kami oranag Indonesia, dan kami kaget saat dia tiba-tiba bicara bahasa Indonesia juga. Haha ada-ada aja, dia tinggal di Indonesia juga ternyata.



Akhirnya ke Clarke Quay lah, jalan keluar MRT yang berapa lantai untuk dinaiki, mau copot rasanya ni kaki. Tapi begitu keluar stasiun, waaa di sana amazing banget, pemandangannya super keren, bangunan dengan lampu warna-warni, jalan dengan pohon berdekorasi lampu cantik, tempat makan yang super keren, dan sungai dengan perahu-perahu melintas. Super cantik… Kami pun berfoto di spot-spot super cantik itu, meyusuri jalanan di sana. Namun banyak muda-mudi yang you know lah gimana kl nongkrong di sana. Setelah puas foto-foto, karena agak risih di suasana malam yang asing itu, kami pun memutuskan untuk pulang. Tapi secara keseluruhan, Clarke Quay keren dan cantik, bingung nyeritainnya gimana, hehe...

Saatnya istirahat, siap-siap untuk acara SEA besok, complementary tour :D

Alhamdulillah ya Allah kami diberi kesempatan utuk nikmat ini :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Great Experience in Singapore (Day 2 part 1)

Kamis, 29 November 2012

Day 2 part 1 (19 November 2012)
Bangun pagi-pagi, agak jetlag…
Tapi semangat 45 dengan badan yg masi berasa remuk, bersiap untuk presentasi pagi ini.
Berpakaian batik di negeri orang, menyusuri jalan, gimana gitu rasanya #lebai
Dan lagi, berbekal peta dan modal nekat + sok tau aja, menujulah kami ke Hotel Fort Canning yg legendaris dengan MRT dari Forrer Park. Berhenti di Dougby Ghout, buta arah dan hampir nyasar, bingung mau kemana, dan udah mau telat. Di jam udah menunjukkan jam 8.45, padahal acara mulai jam 9.00, tapi belum menemukan jalan yang benar ke Fort Canning. Dengan memberanikan diri, bertanyalah kepada bapak-bapak, dan kamipun akhirnya di tunjukkan jalan. Kami akui jalan di daerah itu ribet dan banyak persimpangan, baca peta pun bingung untuk kali ini. Setelah berlari-lari dan berputar-putar arah, akhhirnya sampailah kami di Hotel Fort Canning. Waw… Setelah memasuki aula acara, peserta udah pada berkumpul, liat sekitar dan semua orang dari belahan dunia lainnya. Berasa mau copot ni jantung, gak tau nanti siap atau enggak berhadapan di depan mereka semua. Sampe perut gak kerasa laper lagi, padahal makanan enak bintang lima siap di depan mata.

Cuma bisa berdoa, ya Allah mudahkanlah dan lancarkanlah kami :')
Tapi bersyukur banget rasanya udah bisa sampai sini, walau rasa gugupnya gak terbendung.
Yah tapi harus di hadapi, pasti bisa kok.


Acara dimulai, memasuki ruangan yang sebagian besar isinya orang eropa atau sebut saja bule dengan latar belakang computer science. Amazing banget bisa seforum kaya gini, bareng-bareng dengerin pembukaan dengan materi yg disampein oleh Dr.Liz Bacon.

Selesai materi pembuka, partisipan menuju ruangan masing-masing untuk presentasi. Ini waktu yg paling bikin deg-degan. Satu-persatu presenter maju dan mempresentasikan hasil penelitian mereka, kebanyakan dosen, yg student hanya ada dari tim kami dan tim paula (teman 1 bangkuku). Dia bercerinta banyak hal kepadaku, waa senangnya. Tak terasa, sudah coffee break, sudah beberapa presenter maju, dan kini giliranku maju. Bismillah, semoga dimudahkan…


Banyak pertanyaan dari mereka, kujawab sebisanya dan sesederhana mungkin.
Yaa ternyata aku bisa, walau tak sebaik mereka, yang penting sudah berusaha yg terbaik.
Alhamdulillah ya Allah :')

Waktunya makan siang… :D
Yee tak disangka kami yang berjilbab (muslim) diberiikan halal food, alhamdulillah.
Dan tebak apa makanannya? Yaaa… Soto aya, lalu nasi rendang dengan cumi, tempe sambal, pindang, dan capcai. Waaa 7 juta dapetnya makanan Indonesia? Haha agak gimana, tapi bersyukur ketemu makanan berbumbu yg tasty dan ada nasinya :D
Yah, mungkin Singapur gak punya budaya lokal yg melekat, budaya percampuran yg diadaptasi (makanan ini). Akhirnya cerita sedikit tentang makanan ini ke teman satu meja yg dari negara lain, ada miss Bibi dari Mauritus (baru dengar nama negara ini), miss Ezleen dari Malaysia, dan Paula dari Filipina.
Lumayan seru obrolannya, tapi sayangnya Cuma bisa dengerin, hehe gak brani ngomong.

Selesai makan siang, kembali ke ruangan dan lanjut presentasi. Sampai akhirnya tiba pada diskusi panel, dan ngorol-ngobrollah kami peserta di ruangan itu, malah membahas gaji dosen dan lowongan kerja, bahkan ngebahas perkelompokan cewe-cowo kl mrojek di perkuliahan. Haha pasti bingung, sama ini juga bingung cerintanya, hehe :p
Pokoknya seru deh :D

Dan semua rangkaian acara hari itu selesai, saatnya penganugertahan best paper award dan best student paper award. Ternyata yg mendapatkannya adalah miss Bibi dan mr.Nigel Gwee. Aduh lupa ceritain mereka ngapain, tapi keren pokoknya kerjaan mereka. Oh ya, untuk best studentnya, jatuh pada Paula, waaa keren kan temen sebangku aku, haha gaje…

Keren-keren, walau tim kami belum bisa dapet awardnya, yg penting pengalamannya :)
Dan di penghujung sesi hari ini, kami pun berfoto grup, dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat.
Dan alhamdulillah untuk hari ini selesai...


Selesai acara ini, kami pun gak langsung pulang, masi mau ngebolang ke Chinatown dan Clarke Quay.
Ditunggu ya kelanjutan cerintanya, hehe


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS