.
RSS
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Seminggu Berkesan Menjadi Pembina Sentra

14 Maret 2015

Pembina Sentra di Bank BTPN Syariah, pekerjaan yang baru saya jalani seminggu. Awalnya saya mau mengambil pekerjaan ini karena ada sifat sosial dari program yang akan saya jalankan selama menjadi Pembina Sentra tersebut. Ya yang ternyata sangat luar biasa dan di luar dugaan, tidak hanya sekedar sosial dan humanisme yang dapat saya dapatkan, banyak pengalaman berharga yang saya peroleh dari pekerjaan ini. Saya bisa mengenal kehidupan di daerah transmigrasi dan kehidupan masyarakat pra sejahtera yang jauh di pelosok daerah. Candipuro, Lampung Selatan, di tempat inilah saya ditempatkan. Desa yang pernah mengalami konflik antar suku pada beberapa tahun yang lalu, sempat takut memang untuk ditempatkan di sini. Candipuro,  memang di daerah ini adalah salah satu daerah yang penduduknya merupakan transmigran dari seluruh pelosok Indonesia, seperti dari suku Jawa, Sunda, Ngapak, Bali, dan suku lainnya, serta suku asli penduduknya, Lampung. Dari sini saya mengerti kenapa konflik semacam ini bisa terjadi, tapi memang baiknya kita bersatu ya, hehe ya sudahlah mari beralih ke cerita lainnya. Candipuro, actually it’s very nice place, lingkungannya terlihat ramah, terhampar area persawahan yang hijau dan masyarakatnya sangat ramah.




Yuk yuk balik lagi ke Pembina Sentra lagi, sebagai seorang Pembina Sentra (PS) kita bertugas untuk menyalurkan modal dari bank kepada masyarakat yang memilki usaha agar usaha yang mereka jalankan semakin berkembang dan dapat menyejaherakan keluarganya dan dengan tanpa jaminan. Oh ya, PS untuk saat ini hanya diperuntukkan bagi wanita, karena nasabah atau peminjam modalnya adalah ibu ibu, tidak diperuntuknnya untuk bapak bapak, sehingga agar komunikasi antara PS dan nasabah (ibu ibu) akan berjalan dengan nyaman. Program ini sangat bagus menurut saya, karena ibu ibu dapat meminjam modal tanpa memberikan jaminan (seperti sertifikat tanah) kepada bank, cukup dengan fotokopi KK dan KTP saja. Serta modal dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hari gini gitu lho, kan cari modal susah ya bu ya, apalagi memberi modal ke masayarakat prasejahtera di daerah pelosok, siapa toh yang mau kasih? Lah wong ya pemerintah aja belum nyentuh mereka. Lah wong ya saya pernah liat di TV ada isu harusnya Bank Ind*nesia itu diharapkan bisa memberi modal kepada masyarakat pr sejahtera ini. Yeah, I know I don’t have authority to say something like this. But I hope someday government would take this responsibility to take direct actions, karena seharusnya lebih baik dihandle pemerintah toh ya, biar masyarakat lebih merasa nyaman dan diayomi. Yah yah balik ke tempat saya, program yang kami disebut dengan Program Masa Depan. Oh ya balik lagi, jadi kami sebagai petugas akan mencari peminjam modal yang minimal harus membentuk kelompok berisi 6 peminjam modal, lalu kami akan membina mereka untuk mengelola keuangannya dengan memberikan pelatihan terlebih dahulu, lalu setelah itu kami akan mengadakan pertemuan rutin setiap 2 minggu sekali untuk menagih angsurannya selama 1 tahun. Penagihan ini akan dilakukan dengan kesepakatan bersama mengenai waktu dan tempatnya, penagihan juga dilakukan dengan cara ibu-ibu berkumpul terlebih dahulu di satu tempat, lalu petugas akan menghampiri mereka. Setiap kelompok minimal 6 orang ini disebut dengan Sentra yang dipimpin oleh seorang ibu ketua sentranya.

Nah sebenarnya bukan tugas PS ini yang saya ingin ceritakan, tapi kesan kesan selama penjadi PS itu yang ingin saya ceritakan. Namun sebagai pengantar, ya tadi saya ceritakan sedikit dulu mengenai tugas PS itu. Nah berikut ini pengalaman yang sangat berkesan yang saya dapatkan selama menjadi PS, ada positif adapun yang negatif. Tapi saya lebih mengambil yang positif, karena tidak akan lagi bisa saya dapatkan pengalaman seperti ini, pengalaman yang akan sangat menginspirasi hidup saya :’)
·        
Pelajaran mengenai semangat juang tinggi, pantang menyerah, berani ambil risiko, dan berfikir positif
Masyarakat di sini memang boleh jadi hanya petani, buruh perkebunan, mitra perusahaan, pedagang di pasar, pedagang sembako, atau yang lainnya, pekerjaan yang kita anggap tidak seberapa. Tapi asal kalian tau, mereka memiliki semangat yang sangat tinggi untuk menyejahterakan keluarganya. Tidak peduli seberapa keras dan jauh mereka bekerja atau menjual hasil kerjanya, tapi mereka sungguh pantang menyerah. Mari saya ceritakan beberapa cerita perjuangan berbuah manis para masyarakat sederhana, ramah, pejuang dan pantang menyerah di sini.

  • Seorang  ibu, istri seorang petani yang berpenghasilan hanya di saat panen, ibu ini tidak mau hanya berpangku tangan dari penghasilan suaminya. Akhirnya ia pun membuka warung kecil kecilan dirumahnya, namun terkendala modal. Tapi akhirnya kami dapat membantu. Dari usaha dan hasil bertani, kini mereka hidup berkecukupan. Lihat apa yang bisa mereka beli dari hasil usahanya :)

  • Seorang ibu yang keluar dari pekerjaannya menjadi buruh di suatu perusahaan dengan gaji 2 juta yang terbilang lumayan. Sekarang ia hanya bekerja dari rumah demi mengurus anak anaknya dan menambah penghailan suaminya, ia berjualan/menerima pesanan kue. Karena ia giat, selalu berfikir positif, dan pantang menyerah, kini jualannya sangat dikenal. Kue nya sering dipesan untuk acara sekolah, acara kecamatan, pesta, acara perusahaan sekitar. Namun ia terkendala modal yang pas-pasan jika ada pesanan dalam jumlah besar. Tapi ia pantang menyerah dan tetap berusaha, sungguh luar biasa.
  • Seorang ibu penjual ikan yang usahanya semakin berkembang karena keberaniannya mengambil risiko dan tidak mudak putus asa, ia bisa memperoleh keuntungan 200rb setiap harinya dari berdagang ikan.
  • Seorang ibu yang membantu suaminya beternak ayam di belakang rumah yang perhasiannya pun terbilang besar saat ayam dapat dipanen setiap 1 bulan. Dengan kemauan si bapak untuk belajar beternak sejak beberapa tahun yang lalu, kini berbuah manis. Keluarga ini sempat beberapa kali ditawari menjadi mitra perusahaan peternakan, namun mereka menolak dan memilih untuk mandiri.
  •  Dan masih banyak cerita tentang masyarakat tani dan pedagang lainnya yang sulit untuk saya ceritakan lewat kata kata untuk mengena di hati kalian para pembaca.

Intinya di sini, saya sangat kagum, terharu, dan terinspirasi dengan semangat mereka. Di daerah yang makmur seperti ini, namun sangat jauh dari jangkauan pemerintah untuk mengayomi dan membuat mereka lebih sejahtera dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik (maaf melancong, eh melenceng). Dengan menjadi PS ini saya merasa bersyukur dapat berkesempatan berinteraksi dan lebih tau mengenai kehidupan masyarakat pra sejahtera secara langsung

Semoga suatu hari di masa depan, saya bisa “bertindak” untuk membantu masyarakat Indonesia. Amin :)

Namun, apakah kalian tau bagaimana medan yang kami tempuh sebagai PS untuk menyalurkan dana bantuan modal ini kepada ibu-ibu di kecamatan Candipuro ini? Kesan ini pun yang sangat ingin saya ceritakan, karena saya sangat kagum dengan teman teman saya yang terbilang senior dan loyal ini.

Kami para wanita tangguh harus melewati desa ke desa lainnya dengan melalui jalan yang sangat memprihatinkan, melalui medan yang konturnya luar biasa ektrim, baik turun bukit, kelokan tajam, panas terik, guyuran hujan, semua harus kami lalui untuk menghampiri sentra sentra tersebut (dengan kendaraan motor). Tidak jarang dari para wanita ini terjatuh karena jalan berlubang, jembatan atau jalan yang licin, atau jalan yang memang ektrim. Kehabisan bahan bakar saat berada d jalur yang jauh dari peradaban, di tengah hutan atau kebun. Sungguh mereka sangat luar biasa bisa bertahan seperti ini. Bahkan di area lain ada yang sampai melewati jembatan gantung dan area yang lebih ektrim dari area kami, Candipuro.

Setiap hari tidak kurang dari 3 sentra mereka datangi, belum lagi dengan kegiatan lain seperti survey dan pelatihan calon nasabah, follow up nasabah yang macet, input data di wisma. Sangat banyak kegiatan yang harus dikerjakan. Belum lagi jarak dari sentra ke sentra, calon nasabah ke calon nasabah, nasabah ke nasabah, desa ke wisma, harus menempuh jarak yang tidak dekat. Saya salut dengan mereka, mereka wanita yang sungguh tangguh dan loyal, rela bekerja keras demi mengabdi dan membantu ekonomi masyarakat di sini.

Mari kita lihat beberapa foto diam diam yang saya peroleh selama seminggu ini untuk mengetahui sedikit bagaimana medan kerjanya.



    


Dan masih banyak trek yang lebih ekstrim lagi yang belum saya capture.

Saya sangat terkesan dengan loyalitas PS, Wakil Manager Sentra*, dan Manager Sentra* (*pengelola para PS dan aliran keuangan) di sini, mereka sungguh tangguh mampu bekerja seperti ini dalam waktu yang lama dan begitu loyal dengan keadaan jauh dari peradaban dan penempatan kerja yang jauh dari tempat tinggal.

Ini dia rekan PS lainnya, mereka sehabis membeli hasil panen duku warga sekitar

Semoga ke depannya para PS ini mendapat kesejahteraan juga sesuai dengan usaha, tenaga, loyalitas mereka. Jujur saya tidak berfikir saya mampu menjalani ini dalam waktu yang lama, bukan saya materialistis atau perhitungan (coba kalian search gaji PS, banyak si kaskus dan web lainnya), saya hanya realistis dan tau batasan ketangguhan diri saya. Tapi saya sungguh tidak akan menyesal mengambil perkerjaan ini, karena dari pekerjaan ini saya memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga. Saya harus bisa lebih bersyukur, semangat, dan pantang menyerah, serta berjiwa besar

Untuk saat ini, mari saya jalani dulu semampu saya, selama masi ada banyak pelajaran yang bisa saya peroleh

Sungguh ini merupakan “hadiah” yang tepat bagi saya, terima kasih ya Allah.
Semoga hamba senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Mu :’)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jodoh Pasti Bertemu

Sabtu, 7 Juni 2014

Judul ini agak berlebihan sebenernya untuk cerita ini, tapi gak papa lah ya, karena yang mau diceritain intinya adalah pertemuan, hehe


Di antara orang yang saling kenal, pasti ada deh ikatan batin atau sesuatu semacamnya.
Kita bisa tau keberadaan atau kehadiran orang-orang yang kita kenal ya karena suatu ikatan batin itu (mungkin) dan adanya intuisi. Di tengah keramaian, tempat yang random, sekian banyak rentang waktu, adalah hal yang sangat menarik kalau kita bisa menemukan orang yang kita kenal di tengahnya.


Hal unik yang pernah dialami secara pribadi yang berkaitan dengan pertemuan ini, hmm....

Pertama itu waktu SMP, saat itu ada acara dari penyambutan PON di Lampung. Seluruh siswa dikerahkan datang ke GOR Sumpah Pemuda untuk meramaikan pembukaan PON. Acaranya setelah magrib dan lumayan jaraknya kalau dari rumah. Entah kenapa saat itu santai banget, gak mikirin gimana pulangnya, ngerasa yang penting ada temen-temen di sini, bisa nebeng apa gimana. Dan inget banget saat itu punya HP pun enggak. Bapak pun bilang "ya udah nanti di jemput, ketemu di tempat bapak nganter tadi ya", "ok pak" jawabku santai.

Acara dimulai dan GOR pun sangat penuh. Acara berlangsung meriah sampai akhir. Saat hampir akhir acara, mulai panik karena bingung untuk keluar dari tempat ini bagaimana? Ketemu bapaknya gimana? Panik panik!!!
Dan taraaaa, tiba-tiba Bapak muncul di sampingku, sampai bingung kok Bapak udah di sini aja dan bisa nemuin anaknya ini di tengah keramaian, terharuuu. Saat itu langsung berasa ada kembang api meletup letup, perasaan bahagia sekaligus lega. Dan saat acara berakhir, ternyata sungguh ada kembang api, so sweet bisa liat kembang api sama Bapak. Pokoknya ini pengalaman pertama pertemuan yang luar biasa banget. Gimana sih ya, susah di ungkap dengan kata-kata. Pokoknya gak kebayang aja Bapak bisa nemuin anaknya di antara keramaian yang sangat gak biasa buat anak SMP, dari sekian banyak tribun, pintu masuk, orang-orang, Bapak bisa nemuin anaknya ini, terharu :')



Pengalaman kedua yang diinget, hmm kapan ya... Hoo iya saat kuliah. Saat itu liburan kuliah, lagi jalan-jalan sama ibu ke Bambu Kuning. Pas belanja, eh ketemu siapa donk di tempat jilbab? Nur Cahaya dan Ibunya, wah luar biasa, dari sekian banyak hari libur, range waktu, tempat jualan, dan bisa ketemu hari itu di sana. Luar biasa... 
Masi berhubungan dengan saat belanja, tapi mungkin di waktu yang berbeda. Pas pulang belanja, seperti biasa bersama ibu menunggu Damri di halte. Dan tara taraa... Ada yg menyapa dari tengah jalan, dan itu adalah temen SMP-SMA, si Rahmat. Wah sekali lagi merasa luar biasa bisa ketemu di antara tempat yang random, waktu yang random, dan kok dia engeh aja gitu di jalanan yg rame dan luas, di pinggirannya ada temen sekolahnya. Wah luar biasa pokoknya, dan ini terjadi dua kali di tempat yang sama tapi di waktu liburan yang berbeda.



Oh ya oh ya ada lagi, pas liburan puasa kuliah. Saat buka puasa bersama dan ternyata ketemu Aji Pambudi, Syarif, dan Pram. Di liburan puasa yang lain, ini lebih random tempatnya, bahkan bisa ketemu Nur Cahaya lagi. :D

Pengalaman selanjutnya itu setelah kuliah dan stasiun adalah tempat yang unik banget untuk ketemu. Dari sekian banyak jam pulang kerja, jadwal kereta, dan jadwal pulang gw yang random. Tetep aja bisa ketemu temen-temen ilkom, dan yang unik pernah ketemu sahabat SMA yang selama dia kuliah di UI, kita gak pernah ketemuan di tanah Jawa ini :)
Pokoknya ketemu teman ilkom ini suka random banget pas jam pulang, herannya bisa gitu ya di jam pulang gw yang random, gw naik dari stasiun yang random, gerbong yang random (buat temen cowo, secara cewe pasti depan atau belakang), tetep bisa ketemu nanti di stasiun Bogornya. Kan padahal itu rame banget loh ditambah lagi gw suka gak meratiin sekitar karena rame. Tapi ada aja yang bisa bikin sadar keberadaan mereka, ntah yang tiba-tiba liat cara jalannya, liat tas nya, suaranya, bahkan liat gerak gerik mereka dari jauh. Tiba-tiba aja gitu ngeliat ke arah mereka. Pokoknya rasanya luar biasa bagi gw. Beberapa yang pernah ketemu itu ya, Luksi, Fahri, Aziz, Hana, Retno, Upay, Rohim, Haqqi, Andre, Babeh, Riza, Mag, Natan, dan lupa. hehe
Satu lagi yang berkesan, Ayu sahabat SMA yang gk pernah ketemu walau kuliahnya deket di UI. Saat itu ketemu di stasiun Sudirman, sadar ada dia karena suara dia yg lagi ngobrol di balik kerumunan.

Luar biasa pokoknya :)


Daaan, pengalaman yang baru baru ini, saat nonton ADC di GBK. Saat itu jam 6 sepulang kantor di tanah abang bersama Nurul dan Fara.Kereta Jakarta yang Hana tumpangi masi dari daerah Citayam dan belum jelas kereta tanah abang yang nanti dia mau transit. Kita udah hopeless kalo Hana bisa ikutan. Dari tanah abang, kita sambung kereta ke Sudirman, dengan pas naik itu, naik ke gerbong random, karena sambil lari-larian takut keretanya berangkat. Pas turun buru-buru, luar biasa ada yang panggil kita tepat di depan pintu kita "Fara, Iis, Nurul", ternyata Upay dan Rohim. Random lagi gak si? Lucu aja gitu bisa ketemu pas banget di gerbong itu, di pintu itu. Dan saat itu bingung, lucu sekaligus seneng bisa ketemu mereka. 
Setelah solat, kita lanjut deh ke GBK. Ternyata kita bertiga juga sampai di sana itu jam 7an dengan perjuangan naik kopaja, sambung busway dan plus lari-lari.
Dan taraa taraa, sekali lagi, di tengah kehebohan kita bertiga yang lagi lari-lari ada yang panggil lagi "Iis, Fara, Nurul", ternyata Coco donk. Langsung berenti seketika kita, tercengang lagi kok bisa ketemu coco di sini? Hahhaa. Dan Coco pun bilang "Udah babak 2 tuh, buruan ke sana, gw udahan nontonnya". Waa langsung panik dan kita mau lari lagi. Dan tara taraaa, tiba-tiba ada yang hampir ngerangkul Fara dari samping, dan ternyata Hana. Waaah bener-bener luar biasa ini. Coco sada keberadaan kita bertiga, dan Haan jadi ikut sadar keberadaan kita kerena suara Coco. Yang ini pokoknya luar biasa banget, amazing banget gak si, gak ketebak. Jodoh banget kita ni sama Hana. Udah hopeless, malah bisa bareng. Aaa keren deh rasanya pertemuan kaya gini tu. Dari sekian banyak orang, waktu yang random, kepanikan dan kehebohan, masi bisa sadar keberadaan orang yang kita kenal. Kereeen :'D

Dan yang latest adalah semalam, bisa ketemu temen TPB yang habis pulang main. Sadar ada mereka karena liat gantungan kunci di tas si Nurul, gantungan kunci kelinci yang unik gitu. Tapi karena gw mines matanya, jadi gak yakin, dan naik angkot dluan aja. Eh ternyata mereka naik angkot yang sama, dan ternyata mereka emang temen TPB, Putri dan Nurul, luar biasa sekali lagi. Akhirnya pun ngobrol :)
Nah masi sambungannya ni, turun dari angkot itu, mampirlah ke Indomaret, padahal biasanya ke Alfamart di seberangnya. Dan ternyata di Indomaret ketemu lagi sama adek Kemala, Devieka dan 1 lagi lupa namanya, hehe.


Waaaah luar biasa memang sebuah pertemuan itu. Senang bisa bertemu orang-orang terdekat dan orang-orang yang pernah kita kenal itu :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You Have to Know What Your Dream

Dreams, goals...
It'll decide what you've to do now to affect your future.

How many things that you wanna do in your life?
How many places that you wanna be visited in your life?

You've to visualization what your dreams. How can you get your goals in your life if you don't have dreams? You'll know what you have to do now to get your future goals if you have dreams. You'll do something big for a big dream certainly.

Lets I visualization my dream for my future.
First at all, I wanna get master degree of course.
You have to be an educate people if you have big dream.
Interactional Design - Monash University...
It's my dream to be able to continue my postgraduate study there.
Too hard, too far to reach...
But nothing imposible, isn't it?

Then...
I wanna build a vocational school (SMK) for poor children.
I wanna build a school based on creativity skill (LPK) for poor kids.
I wanna build a archery practice site for renting and,
there is any restaurant that using the ingredients from local agricultural product.
And I plan that the local agricultural product will be produced by my sister and my brother that have agricultural backgraound.

Haha it's sounds so easy, but don't know when I'll strugle for that.
But I just have to try and strugle to get that.
Fighting, bismillahirahmanirrahim :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I do nothing

Jum'at, 10 Januari 2014

Apa yang bisa dilakuin ya? Apa?


Setiap hari melintasi jalan ini dan itu, di setiap lingkungan berbeda, ada hal yang indah, menyenangkan, dan ada hal yang menyedihkan juga. Mari kita bercerita sedikit dari sisi sedihnya, mungkin bisa menggerakkan sedikit hati saya sendiri khususnya.



Sebagai pejalan dan pengguna transportasi umum, pasti melalui pinggiran jalan yang di beberapa tempat kita bisa menemui "orang bertangan di bawah" dan mengharapkan kita yang melintasinya sebagai "orang bertangan di atas".
Ada yang tidak sempurna fisiknya.
Ada yang membawa anak kecil dan menggeletakkannya di tanah.
Ada yang berusaha dengan menyanyi.
Ada yang berusaha dengan meyapu entah apa yang berserakan di jembatan penyebrangan dengan baju lusuh.

Tidak hanya mereka, ada yang sangat saya salutkan selain mereka. Ada yang dengan sekuat tenaga, melakukan segala usaha di tepian jalan atau jembatan penyebrangan.
Ada yang sangat berusaha dengan membawa dagangannya berupa rempeyek, kerupuk, buah, cotton bud, masker, kaus kaki, gunting kuku, atau entah apa pun itu.
Sangat tergetar pada kemauan mereka berusaha. Mereka tidak meminta minta, mereka hanya mengharapkan kita membeli dagangan mereka, itu saja, Sungguh sangat tergetar jika melihat mereka.



Setiap kali melintasi mereka, saya hanya bisa membatin "seberapa susah ya mereka? apa yang bisa saya lakukan? apa yang dipikirkan orang yang setiap hari melintasi mereka ya? sedih tidak ya?". Tapi lagi dan lagi saya tidak bisa apa-apa.

Bersyukur dan bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang, sangat penting memang untuk jangan selalu melihat ke atas. Lihatlah ke bawah untuk bersyukur dan memotivasi diri untuk membantu sesama. Lihatlah ke atas untuk memotivasi diri agak menjadi lebih baik dan bisa berguna bagi sesama.



Hmm berpikir, kita bisa menyisikan uang untuk menyalurkannya ke badan amal, tapi ingin sekali sekali memberikan langsung bantuan pada mereka.
Yang mungkin hanya membagikan sebungkus nasi, atau seliter beras, atau baju bekas layak pakai.
Semoga rencana kecil ini bisa terealisasi dan berharap ada yang bisa berpatisipasi.

Yah since i can do nothing all this time.
I'll try to do something althrough it's just simple things.
I'll try, bismlillah :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bapak dan Ibuku


Bapakku yang keras dan kuat.

Teringat ajakannya untuk melakukan hal kecil yang bisa membuat kami senang.
Teringat betapa keras dan tekunnya ia mengajari kami akan banyak hal.
Teringat betapa ia mampu mengetahui kondisi kami tanpa kami pun sadar.
Teringat betapa sabar dan setianya ia menemani kami di kala ujian.
Teringat betapa lembutnya ia saat menggendong kami di kala kami mendapat keberhasilan.
Teringat betapa kuat usahanya untuk selalu membuat kami senang dan tertawa.
Teringat betapa setianya ia menunggu dan menjemput kami saat kami pulang.
Teringat betapa terampil dan cekatannya di rumah.
Teringat betapa kuat ikatan batinnya kepada kami.
Teringat betapa terlihat lelahnya ia demi kami.
Teringat betapa keras usahanya untuk membuat kami selalu bahagia.

Bapakku…
Sosok keras yang terkadang menyembunyikan perasaannya.
Sosok yang selalu berusaha membuat kami senang walau terkadang juga senang membuat keributan untuk menghangatkan suasana.

Sosok yang selalu keras namun kuat untuk kami…
Sosok yang selalu setia demi kami…


Teringat pula sosok yang begitu lembut dan kuat… Ibu...

Selalu teringat lantunan ayat Al-Qur'an dari bibirnya di kala dini hari.
Selalu teringat suara ribut di dapur di pagi yang gelap.
Selalu teringat panggilannya kepada kami di kala subuh.
Selalu teringat sentuhan tangannya yang basah air wudhu di kaki kami kala kami masih tertidur.
Selalu teringat makanan yang telah disiapkannya untuk kami sebelum kami berangkat.
Selalu teringat sentuhan tangannya dan balasan ucapan salam darinya saat kami berpamitan.
Selalu teringat enaknya sajian yang telah di siapkannya sedari pagi untuk kami makan sepulangnya kami dari sekolah.
Selalu teringat betapa kami menunggu-nunggu dirinya pulang ke rumah dari mengajar di sekolah.
Selalu teringat betapa tanpa lelahnya ia menyiapkan lagi makanan untuk kami.
Selalu teringat betapa tanpa lelahnya ia mengurus rumah.
Selalu teringat betapa relanya ia baru mau beristirahat saat semua beres untuk kami.
Selalu teringat betapa ia rajin mengingatkan kami sholat dan mengaji.
Selalu teringat kecupannya di kening kami setelah sholat dan sebelum tidur.
Selalu teringat betapa siaganya ia di tengah malam kala kami sakit atau membutuhkannya.
Selalu teringat betapa kuat ikatan batinnya kepada kami.
Selalu teringat semua doa-doa terbaiknya untuk kami...
Selalu teringat semua ucapan dan nasehatnya…
Selalu teringat segala tentang dirinya…
Yang tak kenal lelah dan berapa banyak waktu yang dikorbankan demi kami…

Bapak dan Ibuku… Tak ada tandingannya...
Selalu membuat ingin pulang dan memeluknya…

Doakan kami bu, pak, kami berjanji akan membahagiakan ibu dan bapak.
Sayangilah mereka ya Allah, berilah lindungan dan kebahagiaan dunia akhirat bagi mereka.
Berilah kami kesempatan untuk membahagiakan meraka seperti mereka membahagiakan kami. :)
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalan-jalan ke luar negeri "GRATIS" dan dapat "PRESTASI"

Siapa yang gak mau jalan-jalan?
Ke luar negeri seenggaknya pengen kan?
GRATIS lagi...
Dapet PRESTASI lagi...

Pengen berbagi aja dari pengalaman pertama
Yah walaupun gak sesuper orang lain
Tapi pelajaran yang sangat berharga dan patut disyukuri
Bukan untuk maksud yang lain kok ^^

Bagi kamu yang ingin jalan2 ke luar negeri...
Dan dapat prestasi, bisa ikutin sedikit tips ini
(skenario ikut konferensi internasional)

1. Cari 1 atau 2 orang teman untuk rekan 1 tim, sendiri juga boleh si kalo mau. Usahakan 1 bidang kemampuan atau 1 jurusan kuliah

2. Misalnya kamu mau ikut konferensi internasional, coba kamu cari konferensi yang kamu mau di sini:
Cari yang sesuai bidang kemampuan kamu, lalu pilih konferensinya. Atau bisa cari berdasarkan tempat yang kamu mau, baru cari konferensi yang sesuai bidang kamu.
contoh: computer scinece, singapore >> SEA 2013
Lihat deadline submit paper yang mau kamu ikuti.
Dan yang paling penting, lihat biayanya, memungkinkan gak?
Kalo bisa range registrasinya jangan yang di atas 5juta perorang, cari aja yg 3juta an kalo bisa
( jangan SEA, karena 7juta perorang, pengalaman -.- )
Dan lihat juga konferensinya, kalo bisa ikut yang udah pernah tahun2 sebelumnya diselanggarain, lebih terjamin kredibilitasnya...

3. Mulai buat paper kamu untuk disubmit. Buat dengan semangat, ajak dosen sebagai pembimbing kalo perlu. Perhatikan juga tanggal2 pentingnya, terutama tanggal pengumuman diterima atau tidaknya paper kamu. :)

4. Kalau diterima (alhamdulillah), segera cari sponsor untuk membiayai akomodasi konferensi kamu.
Bisa ke perusahaan di daerah kamu, dan ini sumber yang paing menjanjikan
Dikti akan memberikan minimal dana sebesar 5 juta untuk kegiatan internasional, banyak kan :)
Caranya gampang, ikutin aja pedoman untuk pengajuan proposalnya.
Saran saya tadi jangan lupa >> pilih konferensi yang udah beberapa kali di adain, ini penting banget di stage ini,  untuk proposal ke Dikti, untuk lebih menyakinkan Dikti bahwa yang kita ikuti itu kredibel, jadi kegiatan kita bisa didanai :D

5. Jangan malu konsultasi sama orang lain yang udah pernah atau ke dosen, karena ngebantu banget, kalo mentok tapi diem aja, nti susah kaya saya dan tim saya kemarin. hehe...

6. Jangan pernah patah semangat, kerena banyak banget nanti tantangannya (contoh: motor mogok pas ketemu dosen, pembuatan paspor, pembayaran registrasi, banyak deh). Bahkan hal sepele akan bisa jadi masalah besar. Jangan pernah nyerah pokoknya.

Yang paling penting emang adalah SEMANGAT :)
Selamat mencoba...
SEMANGAT... :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Ilkomerz 46

Gak kerasa udah 2,5 tahun menghabiskan kiprah sebagai anak kuliahan ditemani teman-teman terbaik, teman-teman seperjuangan... Ilkomerz 46 :)
Ingin rasanya cerita banyak, tapi tak akna habis diceritakan
Ingin rasanya bermain bersama lagi, karena tinggal sedikit waktu yang bisa bener2 bersama
Semua akan berjuang untuk masa depannya yang lebih baik
Semangat teman-teman...
Hanya ingin mengucapkan terima kasih...

Terima kasih teman-teman
Terima kasih atas persahabatan yang menyenangkan
Terima kasih atas pelajaran yang kalian berikan
Terima kasih untuk semuanya

Terima kasih udah mengisi hari hari di ilkom
Gak tau harus gimana kalo gak ada kalian

Terima kasih ilkomerz 46 :')
Selamat berjuang kawan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pink Garbera ^^


Bertemu dengan seorang teman yang punya passion yg sangat kuat, bisa menginspirasi diri.
Jadi sedikit merasa iri, ingin juga bisa jadi orang yang punya passion kuat dan berani untuk mengemukakannya.

Yah tapi tetap jadi diri sendiri, akui kekurangan dan optimalkan potensi diri.
Jadi yang terbaik :)

Hadiah cantik darinya ini yang sangat berkesan, mengingatkan akan suatu impian.
Pink garbera ^^


Semoga hadiah ini selalu bisa jadi inspirasi dan motivasi...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sedikit Curhatan Awal Tahun

Waa udah Februari aja :D
Gak kerasa waktu itu cepet banget berlalu, tp kadang juga berasa lama banget berjalan.
Banyak juga ya ternyata hal yang udah terjadi di awal tahun ini.

Mulai dari liburan bareng d'Mament yang semakin sepi. Kegiatan KEMALA yang udah gak bisa ikut terlalu eksis lagi, tapi masi seru kok. :)

Sebenernya gw akui awal tahun ini jadi awal tahun yang melow banget, perasaan gw makin sepi dan mandiri yang gimana gitu. Ada beberapa kejadian juga yang bisa bikin senyum sendiri, ada juga yang bikin mikir "kok gitu si?". Asli abstrak banget curhatan gw ini. Haha bodo deh, namanya juga curhat. Tapi ada yang bikin sedih banget, yaitu ada sebuah perpisahan :'(


Gak terduga dan terlalu cepat. Gak akan nyangka kalo yang lw liat dan ajakan kemaren gak akan bisa lagi terulang di tempat yang sama. Tapi mungkin di balik ini semua, Allah punya rencana, jalani aja. Gw ngerasa bersyukur juga, merasa Allah jagain hamba yang satu ini :')
Alhamdulillah ya Allah...
Semoga gak akan ada penyesalan atau kesedihan :)

#abstrak :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS